Pemilihan umum (Pemilu) yang berjalan dengan aman dan lancar diharapkan menjadi momentum bagi pelaku industri properti untuk melanjutkan rencana bisnis yang sempat tertahan selama menunggu situasi politik pasca pemilu. Prediksi dari Real Estate Indonesia (REI) juga menunjukkan bahwa kondisi pasar properti diharapkan kembali mencapai puncaknya pada tahun 2024.
“Wakil Ketua Umum DPP REI, Ikang Fawzi, menyatakan bahwa kondisi politik dan ekonomi makro nasional cukup baik. Meskipun ada dinamika demokrasi, secara umum, kondisi stabil, dan sektor properti diharapkan dapat tumbuh antara 7%-10% pada tahun 2024,” demikian disampaikan dalam acara Elevee Media Talk dengan tema “Prospek Pasar Properti Pasca Pemilu.”
Ikang mencatat bahwa sektor properti pada tahun 2023 tetap positif, meskipun menghadapi pelemahan dan ketidakpastian ekonomi global. Berdasarkan data Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), sektor properti, yang mencakup perumahan, kawasan industri, dan perkantoran, berada di peringkat keempat sektor dengan realisasi investasi terbesar di Indonesia sepanjang tahun 2023.
Pada tahun 2024, pemulihan sektor properti diprediksi akan terus berlanjut. Selain aman dan kondusifnya Pemilu, beberapa faktor mendukung, termasuk kebijakan insentif Pajak Pertambahan Nilai di Tanggung Pemerintah (PPN DTP) berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.7 Tahun 2024.
Ikang menyatakan bahwa PMK tersebut memberikan kepastian dan menghidupkan kembali pasar properti, khususnya sub-sektor residensial dengan harga di bawah Rp5 miliar. Faktor lain yang diharapkan mendorong kinerja sub-sektor residensial di 2024 adalah penurunan suku bunga acuan, terutama jika Bank Indonesia (BI) menurunkan BI Rate.
REI menawarkan pendekatan “Propertinomic” sebagai solusi untuk mendorong pertumbuhan sektor properti, termasuk perumahan. Pendekatan ini didasarkan pada kelembagaan, kebijakan, anggaran, dan penetapan proyek-proyek properti sebagai Program Strategis Nasional (PSN).
Dalam menghadapi pemilu dan pembentukan pemerintahan baru, REI berharap adanya Kementerian khusus yang menangani perumahan, permukiman, dan perkotaan untuk mendukung kebijakan yang mampu menyokong ekosistem penyediaan perumahan.
Chief Marketing Officer Elevee Condominium, Alvin Andronicus, menyambut baik insentif PPN DTP, sambil berharap agar penerapannya mencakup semua jenis properti, termasuk yang sedang dalam progres pembangunan. Ia juga mengajak pengembang properti untuk aktif dalam mempromosikan dan mendukung pertumbuhan sektor properti pasca pemilu.
Pasar properti di Indonesia, kata Alvin, sangat bergantung pada gairah pelaku industri dan masyarakat. Oleh karena itu, ia mendorong pengembang untuk proaktif dengan mengadakan promosi, kerja sama dengan bank, memberikan paket-paket pembayaran untuk konsumen, dan melakukan pemasaran di daerah potensial.
“Pasca pemilu, mari para pengembang kembali fokus pada bisnis, membangun properti, termasuk hunian untuk menanggulangi backlog perumahan. Mari kita dukung program-program pemerintah, terutama stimulus pasar seperti PPN DTP ini,” pungkas Alvin.




