Dampak Positif Kebijakan HGBT - The EdGe

Kebijakan HGBT Bawa Dampak Positif Terhadap Investasi Sektor Industri Keramik

Posted on

Kebijakan harga gas bumi tertentu (HGBT) yang diterapkan pemerintah telah membawa dampak positif terhadap sektor industri, termasuk pada peningkatan investasi. Salah satu contoh yang menunjukkan keberhasilan kebijakan ini adalah PT. Rumah Keramik Indonesia (RKI) yang mendirikan pabrik keramik di Batang, Jawa Tengah.

PT. Surya Bangunan Semesta, perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai importir, kini bertransformasi menjadi produsen ubin keramik untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor. Pabrik RKI ini memiliki kapasitas produksi sebesar 360.000 m2 per bulan dan target penyerapan tenaga kerja sebanyak 500 orang.

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kementerian Perindustrian, Andi Rizaldi, mengatakan bahwa realisasi investasi tersebut adalah bukti konkret keberhasilan dukungan kebijakan dan insentif yang diberikan pemerintah. “Keberhasilan ini menunjukkan bahwa dukungan regulasi dan insentif yang tepat, pelaku industri tetap memiliki peluang untuk berkembang dan meningkatkan daya saing produk dalam negeri,” kata Andi.

Selain itu, pembangunan pabrik ini diharapkan juga dapat mengisi kebutuhan pasar domestik, yang sejalan dengan program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN). Pada tahun 2023, program P3DN mencatatkan komitmen pengadaan barang dan jasa pemerintah untuk produk dalam negeri sebesar Rp1.157,47 triliun, yang meningkat menjadi Rp1.428,25 triliun pada semester I-2024.

Untuk meningkatkan kualitas industri keramik nasional, Kemenperin telah menyiapkan sejumlah strategi, termasuk penerapan standardisasi, standar industri hijau, dan standar spesifikasi teknologi industri. Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Keramik dan Mineral Nonlogam (BBSPJIKMN) Bandung sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah BSKJI memiliki peranan penting dalam memastikan bahwa komoditas keramik dan mineral nonlogam yang dihasilkan oleh industri dalam negeri memenuhi standar mutu yang berlaku.

Kepala BBSPJIKMN Azhar Fitri mengatakan bahwa pihaknya telah melaksanakan kegiatan pelayanan jasa teknis industri berupa layanan jasa sertifikasi, pengujian, kalibrasi, bimbingan teknis, optimalisasi pemanfaatan teknologi industri, konsultansi, serta rancang bangun dan perekayasaan industri dengan kelembagaan yang telah mendapatkan akreditasi dan SDM yang telah tersertifikasi.

Dalam upaya pengembangan industri keramik dalam negeri, BBSPJIKMN juga telah mengembangkan beberapa layanan baru, seperti layanan konsultansi Indi 4.0, verifikasi TKDN, Lembaga Pemeriksa Halal, dan Lembaga Sertifikasi Profesi. Dengan semakin bertambahnya jangkauan layanan diharapkan BBSPJI KMN dapat bersinergi dengan berbagai stakeholder dalam rangka peningkatan daya saing industri keramik nasional.

Dengan demikian, kebijakan HGBT dan strategi yang diterapkan pemerintah telah membawa dampak positif terhadap sektor industri keramik, termasuk pada peningkatan investasi dan meningkatkan kualitas industri keramik nasional.